Letusan Gunung Kelud (antarafoto.com) |
Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan peristiwa meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur. Jutaan meter kubik material dari dalam bumi dimuntahkan oleh Gunung Kelud. Material vulkanik hasil letusan hebatnya terbang ke udara dan tertiup angin, menyebabkan hujan abu yang menyebar ke hampir sepanjang Pulau Jawa.
Abu gunungapi terbentuk selama ledakan gunung berapi, dihasilkan oleh longsoran material batu panas yang mengalir di sisi gunung berapi, atau dari semburan lava pijar. Bentuk dan sifat abu gunungapi berbeda-beda tergantung pada jenis dan bentuk letusan gunung berapi, yang dalam kasus Gunung Kelud merupakan letusan eksplosif. Abu gunungapi berwarna abu-abu terang hingga hitam, sedangkan untuk ukuran abu juga bervariasi mulai dari yang seperti grit hingga sehalus bedak.
![]() |
partikel abu vulkanik |
Abu gunungapi yang beterbangan di udara dapat menghalangi sinar matahari dan mengurangi jarak pandang. Abu yang tebal bahkan menyebabkan gelap gulita pada siang hari. Letusan juga dapat menimbulkan guntur dan kilat dari gesekan antara partikel yang dapat dilokalisasi berada di atas gunungapi atau seiring dengan pergerakan abu yang diakibatkan oleh angin.
Abu gunungapi yang baru saja jatuh memiliki kandungan lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan kulit. Pada beberapa letusan gunungapi, partikel abu sangat halus sehingga dapat masuk ke paru-paru ketika kita bernapas. Dalam beberapa kasus, paparan jangka panjang terhadap abu gunungapi halus dapat menyebabkan penyakit paru-paru serius. Dalam hal ini, abu gunungapi harus berukuran sangat halus serta mengandung silika kristal (untuk penyakit silikosis).
Abu gunungapi yang baru saja jatuh memiliki kandungan lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan kulit. Pada beberapa letusan gunungapi, partikel abu sangat halus sehingga dapat masuk ke paru-paru ketika kita bernapas. Dalam beberapa kasus, paparan jangka panjang terhadap abu gunungapi halus dapat menyebabkan penyakit paru-paru serius. Dalam hal ini, abu gunungapi harus berukuran sangat halus serta mengandung silika kristal (untuk penyakit silikosis).
Selain masalah paru-paru, iritasi mata merupakan dampak kesehatan umum yang sering dijumpai. Hal ini terjadi karena butiran-butiran abu yang tajam dapat membuat mata menjadi merah, bahkan merusak kornea mata . Meskipun jarang ditemukan, abu gunungapi dapat menyebabkan iritasi kulit untuk sebagian orang, terutama ketika abu gunungapi tersebut bersifat asam. Apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari abu gunungapi?
Dibawah ini adalah link download dokumen tentang BAHAYA ABU GUNUNGAPI TERHADAP KESEHATAN yang dipersiapkan oleh International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), Cities on Volcanoes commission (IAVCEI), GNS Science, dan United States Geological Survey (USGS) dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada penduduk yang terancam bahaya hujan abu gunungapi. Silahkan diserbarluaskan.
sumber: http://ivhhn.org/pamphlets
0 komentar:
Posting Komentar